Articles by "Religi"
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
CyberTroopTpi blog yang memberikan informasi akurat serta terpercaya, Turn Back Hoax
Bismillah, Assalamulaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hari Jum’at adalah hari yang berkah ? Benarkah itu ? Darimana asalnya ? Seglincir pertanyaan pun dituturkan oleh para kaum awam yang benar-benar belum mengetahui apa hakekat yang sebenarnya dari keberkahan di hari jum’at.
Rosul ﷺpernah bersabda,

“Allah telah memalingkan  orang-orang sebelum kita untuk menjadikan hari jum’at sebagai hari raya mereka. Oleh karna itu hari raya orang yahudi adalah hari sabtu, dan hari raya orang nasrani adalah hari ahad. Kemudian Allah Ta’ala memberikan bimbingan kepada kita untuk menjadikan hari Jum’at sebagai hari raya, sehingga Allah menjadikan hari raya secara berurutan, yaitu hari Jum’at, Sabtu dan Ahad. Dan di hari kiamat mereka pun akan mengikuti kita seperti urutan tersebut, walaupun di dunia kita adalah penghuni yang terakhir, namun di hari kiamat nanti kita adalah urutan terdepan yang akan diputuskan perkaranya sebelum seluruh makhluk”. (HR. Muslim)
Al-Hafidz Ibnu Katsir berkata: “Hari ini dinamakan Jum’at, karena artinya merupakan turunan dari kata al-jam’u yang berarti perkumpulan, karena umat Islam berkumpul pada hari itu setiap pekan di balai-balai pertemuan yang luas.
Allah  memerintahkan hamba-hamba-Nya yang mukmin berkumpul untuk melaksanakan ibadah kepada-Nya. Allah Ta’ala berfirman.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. (QS. 62:9)
Beberapa Keutamaan Hari Jum’at
  1. Rosul ﷺ bersabda :“Hari paling baik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari jumat, pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga, serta diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi, pada hari tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mukmin shalat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintannya.” (HR. Hurairah dan Muslim)
  2. Terdapat Waktu Mustajab untuk Berdo’a. “Sesungguhnya pada hari Jum’at terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya. Rasululllah mengisyaratkan dengan tangannya menggambarkan sedikitnya waktu itu (H. Muttafaqun Alaih)Namun mengenai penentuan waktu, para ulama berselisih pendapat. Diantara pendapat-pendapat tersebut ada 2 pendapat yang paling kuat:
  3. Waktu itu dimulai dari duduknya imam sampai pelaksanaan shalat jum’at. Dari Abu Burdah bin Abi Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata padanya, “Apakah engkau telah mendengar ayahmu meriwayatkan hadits dari Rasulullah sehubungan dengan waktu ijaabah pada hari jum’at?” Lalu Abu Burdah mengatakan, “Aku mendengar Rasulullah bersabda, ‘Yaitu waktu antara duduknya imam sampai shalat dilaksanakan.’” (HR. Muslim).
  4. Batas akhir dari waktu tersebut hingga setelah ‘ashar. Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hari jum’at itu dua belas jam. Tidak ada seorang muslimpun yang memohon sesuatu kepada Allah dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Allah. Maka peganglah erat-erat (ingatlah bahwa) akhir dari waktu tersebut jatuh setelah ‘ashar.” (HR. Abu Dawud)
  5. Sedekah pada hari itu lebih utama dibanding sedekah pada hari-hari lainnya. Ibnu Qayyim berkata: “Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya”. Hadits dari Ka’ab menjelaskan: “Dan sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya”.(Mauquf Shahih)
  6. Hari tatkala Allah menampakkan diri kepada hamba-Nya yang beriman di Surga. Sahabat Anas bin Malik z dalam mengomentari ayat: “Dan Kami memiliki pertambahannya” (QS.50:35) mengatakan: “Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jum’at”.
  7. Hari besar yang berulang setiap pekan. “Hari ini adalah hari besar yang Allah tetapkan bagi ummat Islam, maka siapa yang hendak menghadiri shalat Jum’at hendaklah mandi terlebih dahulu ……”. (HR. Ibnu Majah)
  8. Hari dihapuskannya dosa-dosa. “Siapa yang mandi pada hari Jum’at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi diantara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum’at”. (HR. Bukhari).
  9. Orang yang berjalan untuk shalat Jum’at akan mendapat pahala untuk tiap langkahnya, setara dengan pahala ibadah satu tahun shalat dan puasa. “Siapa yang mandi pada hari Jum’at, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati shaf terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah”. (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah).
  10. Wafat pada malam hari Jum’at atau siangnya adalah tanda husnul khatimah, yaitu dibebaskan dari fitnah (azab) kubur. “Setiap muslim yang mati pada siang hari Jum’at atau malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari fitnah kubur”. (HR. Ahmad dan Tirmizi).
Amalan-amalan yang disyari’at kan di hari Jum’at
  1. Memperbanyak shalawat atau puji-pujian kepada Rasulullah SAW. Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Perbanyaklah shalawat kepadaku setiap hari jum’at karena shalawatnya umatku akan dipersembahkan untukku pada hari jum’at, maka barangsiapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, dia akan paling dekat derajatnya denganku.” (HR. Baihaqi dengan sanad shahih)
  2. Membaca surat Al Kahfi. Sabda Rasul saw : “Barangsiapa yg membaca surat Alkahfi pada hari jumat maka ia diterangi cahaya diantara dua jumat” (Mustadrak Alaa shahihain hadits no.3392)
  3. Memperbanyak do’a.
  4. Bagi kaum laki-laki wajib melaksanakan shalat jum’at.
Amalan-amalan yang di Sunnah kan di hari jum’at
  1. Mandi, bersiwak, dan memakai wangi-wangian.
  2. Berpagi-pagi menuju tempat shalat jum’at.
  3. Diam mendengarkan khatib berkhutbah.
  4. Memakai pakaian yang terbaik.
  5. Melakukan shalat sunnah selama imam belum naik ke atas mimbar.

Demikian artikel ini kami buat Semoga bisa bermaanfat dari apa yang penulis sampaikan, kurang lebihnya mohon maaf, bila ada yang salah datang dari diri saya dan Syaitan dan yang benar hanya dari Allah ta’ala semata.
CyberTroopTpi blog yang memberikan informasi akurat serta terpercaya, Turn Back Hoax
CyberTpi - Jika engkau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air, maka angkat dan tolonglah ia., barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akherat.

Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa menggangu jalannya kaum muslimin, maka singkirkanlah ia, barangkali itu menjadi penyebab dipermudahnya jalanmu menuju surga.

Jika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya, maka ambil dan susulkan ia dengan induknya, semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di surga.

Jika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan, maka antarkanlah ia, barangkali itu menjadi sebab kelapangan rezekimu di dunia.

Jika engkau bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba' ta' kepada anak-anakmu, setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada di alam kuburmu.

Jika engkau tidak bisa berbuat kebaikan sama sekali, maka tahanlah tangan dan lisan dari menyakiti, setidaknya itu menjadi sedekah darimu.

Al-Imam Ibnul Mubarok Rohimahulloh berkata:
رُبَّ عَمَلٍ صَغِيرٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ ، وَرُبَّ عَمَلٍ كَبِيرٍ تُصَغِّرُهُ النِّيَّةُ

“Sangat banyak amalan kecil, akan tetapi menjadi besar karena niat pelakunya. Dan sangat banyak amalan besar, menjadi kecil karena niat pelakunya"

Jangan pernah meremehkan kebaikan, bisa jadi seseorang itu masuk surga bukan karena puasa sunnahnya, bukan karena panjang sholat malamnya, tapi karena akhlak baiknya dan sabarnya, ketika musibah datang melanda.

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:
لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ

“Jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun kamu hanya bertemu dengan saudaramu dengan wajah berseri-seri (wajah tersenyum).” (HR. Muslim)
CyberTroopTpi blog yang memberikan informasi akurat serta terpercaya, Turn Back Hoax

CyberTpi - Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, merupakan Masjid yang memiliki lembaran sejarah tersendiri, yang kini merupakan Masjid Negara yang berada di jantung kota Propinsi Nanggro Aceh Darussalam. Nama Masjid Raya Baiturrahman ini berasal dari nama Masjid Raya yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1022 H/1612 M. Mesjid raya ini memang pertama kali dibangun oleh pemerintahan Sultan Iskandar Muda, namun telah terbakar habis pada agresi tentara Belanda kedua pada bulan shafar 1290/April 1873 M, dimana dalam peristiwa tersebut tewas Mayjen Khohler yang kemudian diabadikan tempat tertembaknya pada sebuah monument kecil dibawah pohon ketapang/geulumpang dekat pintu masuk sebelah utara masjid.

Empat tahun setelah Masjid Raya Baiturrahman itu terbakar, pada pertengahan shafar 1294 H/Maret 1877 M, dengan mengulangi janji jenderal Van Sweiten, maka Gubernur Jenderal Van Lansberge menyatakan akan membangun kembali Masjid Raya Baiturrahman yang telah terbakar itu. Pernyataan ini diumumkan setelah diadakan permusyawaratan dengan kepala-kepala Negeri sekitar Banda Aceh. Dimana disimpulakan bahwa pengaruh Masjid sangat besar kesannya bagi rakyat Aceh yang 100% beragama Islam. Janji tersebut dilaksanakan oleh Jenderal Mayor Vander selaku Gubernur Militer Aceh pada waktu itu. Dan tepat pada hari Kamis 13 Syawal 1296 H/9 Oktober 1879 M, diletakan batu pertamanya yang diwakili oleh Tengku Qadhi Malikul Adil. Masjid Raya Baiturrahman ini siap dibangun kembali pada tahun 1299 Hijriyah bersamaan dengan kubahnya hanya sebuah saja.

Pada tahun 1935 M, Masjid Raya Baiturrahman ini diperluas bahagian kanan dan kirinya dengan tambahan dua kubah. Dan pada tahun 1975 M terjadinya perluasan kembali. Perluasan ini bertambah dua kubah lagi dan dua buah menara sebelah utara dan selatan. Dengan perluasan kedua ini Masjid Raya Baiturrahman mempunyai lima kubah dan selesai dekerjakan dalam tahun 1967 M. 

Dalam rangka menyambut Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional ke-XII pada tanggal 7 s/d 14 Juni 1981 di Banda Aceh, Masjid Raya diperindah dengan pelataran, pemasangan klinkers di atas jalan-jalan dalam pekarangan Masjid Raya. Perbaikan dan penambahan tempat wudhuk dari porselin dan pemasangan pintu krawang, lampu chandelier, tulisan kaligrafi ayat-ayt Al-Qur’an dari bahan kuningan, bagian kubah serta intalasi air mancur di dalam kolam halaman depan.

Dan pada tahun 1991 M, dimasa Gubernur Ibrahim Hasan terjadi perluasan kembali yang meliputi halaman depan dan belakang serta masjidnya itu sendiri. Bagian masjid yang diperluas,meliputi penambahan dua kubah, bagian lantai masjid tempat shalat, ruang perpustakaan, ruang tamu, ruang perkantoran, aula dan ruang tempat wudhuk, dan 6 lokal sekolah. Sedangkan. perluasan halaman meliputi, taman dan tempat parkir serta satu buah menara utama dan dua buah minaret.

Dilihat dari sejarah, Masjid Raya Baiturrahman ini mempunyai nilai yang tinggi bagi rakyat Aceh, karena sejak Sultan Iskandar Muda sampai sekarang masih berdiri megah di tengah jantung kota Banda Aceh. Mesjid Raya ini mempunyai berbagai fungsi selain shalat, yaitu tempat mengadakan pengajian, perhelatan acara keagamaan seperti maulid Nabi Besar Muhammad SAW, peringatan 1 Muharram, Musabaqah Tilawatil Qur’an, tempat berteduh bagi warga kota serta para pendatang dan salah satu obyek wisata Islami.

Waktu gempa dan tsunami (26 Desember 2004) yang menghancurkan sebagian Aceh, mesjid ini selamat tanpa kerusakan yang berarti dan banyak warga kota yang selamat di sini. 

Mesjid baiturrahman kini:







CyberTroopTpi blog yang memberikan informasi akurat serta terpercaya, Turn Back Hoax

Mesjid Penyengat


Pulau Penyengat Inderasakti atau lebih dikenal Pulau Penyengat merupakan sebuah pulau kecil berukuran kurang lebih 2.500 x 750 meter yang berjarak kurang lebih sekitar 3 km dari Kota Tanjungpinang sebagai pusat pemerintahan dari Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Pulau wisata ini dan berjarak lebih kurang 35 km dari Pulau Batam dapat dicapai dengan menggunakan perahu bot atau lebih dikenal bot pompong, lebih kurang sekitar 15 menit dari Tanjung Pinang.

Mobilitas penduduk dari dan menuju ke Pulau Penyengat sebagai pulau wisata cukup ramai, hal ini mengingat mayoritas warga Pulau Penyengat bekerja di Tanjung Pinang. Mereka berangkat pada saat pagi menuju Tanjung Pinang dan kembali lagi ke Pulau Penyengat pada sore hari. Arus kunjungan menuju ke Pulau Penyengat pada pagi hari biasanya lebih didominasi oleh para wisatawan yang ingin menyaksikan sejarah peninggalan dari Kesultan Melayu Riau yang ada di pulau tersebut.

Pulau Penyengat merupakan salah satu tujuan wisata yang ada di Kepulauan Riau dimana objek-objek wisatanya tersebar di pulau kecil ini. Beberapa objek wisata terkenal bisa kita liat di Pulau Penyengat antara lain adalah Mesjid Raya Sultan Riau atau Mesjid Penyengat yang bangunannya terbuat dari campuran putih telur, benteng pertahanan di Bukit Kursi, makam-makam para raja serta makam dari pahlawan nasional bernama Raja Ali Haji serta kompleks Istana Kantor dan lainnya. Dengan kekayaan objek wisata khususnya Wisata Sejarah yang ada di dalamnya, maka Pulau penyengat dan komplek istana di Pulau Penyengat tersebut telah dicalonkan ke UNESCO untuk kemudian dijadikan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia. 

Pesona Wisata Masjid Penyengat, Mesjid Pulau Para Raja

Sejarah Pulau Penyengat sebagai pulau yang kaya dengan peninggalan sejarah Melayu diawali pada abad ke-18, yakni pada saat Sultan Riau-Lingga membangun sebuah bangunan benteng di Pulau Penyengat. Benteng tersebut tepatnya berada di kawasan Bukit Kursi, disana ditempatkanlah beberapa buah meriam sebagai basis pertahanan Bintan. Sultan-sultan berikutnya kemudian memerintah seluruh Kepulauan Riau dari Pulau Penyengat tersebut. 

Peta Wisata Pulau Penyengat Mesjid Penyengat
Peta Wisata Pulau Penyengat

Sejarah Mesjid Penyengat yang berukuran 29,3 x 19,5 meter ini dibangun sekitar tahun 1761-1812 berupa bangunan sederhana dengan berlantai batu dan berdinding kayu serta menara dengan tinggi sekitar 6 meter. Kemudian Yang Dipertuan Muda Raja Abdurrahman, Sultan Kerajaan Riau-Linggga pada 1831-1844 berinisiatif untuk mengembangkan mesjid ini menjadi lebih besar dimana kejadian ini pada 1 Syawal 1248 Hijriah (1832 Masehi).

Mesjid Penyengat

Masjid Penyengat merupakan masjid yang menjadi saksi kebesaran dari Kesultanan Riau
Mesjid Putih Telur ini sebagai peninggalan Sultan Mahmud yang dibangun pada tahun 1803 dan rampung pada tahun 1844 M. Hampir dua abad lamanya setelah pembangunan, masjid tersebut masih terus berdiri kokoh. Konon karena putih telur yang digunakan sebagai perekat material bangunanlah yang telah membuat masjid ini tetap kokoh berdiri hingga saat ini.

Mesjid Penyengat


Saat ini, warna bangunan dicat dengan menggunakan warna kuning sebagai warna kebesaran dari bangsa Melayu. Warna tersebut menutupi hampir seluruh bagian luar hingga ke bagian dalam bangunan masjid. Diselingi dengan warna hijau di beberapa ornamen untuk keindahan. Pada sisi kiri gerbang mesjid berdiri sebuah perpustakaan sebagai tempat menyimpan Kitab Suci Al-Quran dari mulai abad ke-17 dan beberapa buah kitab kuno. Pada empat bagian sisi masjid juga terdapat menara tinggi menjulang yang berwarna kuning.

Salah satu keistimewaan mesjid berwarna kuning ini adalah dipajangnya mushaf Al-Qur'an tulisan tangan oleh Abdurrahman Stambul, putera Riau asli pulau Penyengat yang diutus oleh Sultan untuk belajar di Turki pada tahun 1867 M. Selain itu ada juga mushaf Al-Qur'an tulisan tangan yang disimpan karena usianya lebih tua dari dipajang tersebut yang ditulis oleh Abdullah Al Bugisi pada tahun 1752 M. Mushaf ini dilengkapi dengan tafsiran-tafsiran dari ayat Al-Qur'an yang tidak diketahui siapa penulisnya. Mushaf ini tersimpan bersama sekitar 300 kitab lain yang tidak dipertunjukkan kepada pengunjung.

Mesjid Penyengat

Keistimewaan lain adalah mimbar di dalam mesjid di pulau para raja ini yang terbuat dari kayu jati yang dipesan khusus dahulunya dari Jepara Jawa. Mimbar ini lebih besar daripada mimbar yang berada di Mesjid Sultan Lingga di Daik yang dipesan secara bersamaan. Disamping mimbar terdapat piring berisi pasir yang konon dibawa dari pasir tanah Makkah al-Mukarramah bersama benda-benda lain dari tanah Arab. Pasir Mekah ini dibawa oleh Raja Ahmad Engku Haji Tua, yang merupakan bangsawan Riau-Lingga pertama yang menunaikan ibadah haji ke tanah Mekah pada tahun 1820 M.

Lampu kristal mesjid putih telur (ada beberapa masyarakat menyebut hal demikian untuk Mesjid Pulau Penyengat ini) berasal dari hadiah dari Kerajaan Prusia (Jerman) pada tahun 1860-an. Hal ini menambah keindahan di dalam mesjid.

Mesjid pertama yang tercatat memakai kubah di Indonesia ini berada dalam kompleks mesjid dengan luas areal 54,4 x 32,2 meter. Bangunan mesjid memiliki 6 jendela besar, 7 pintu dilengkapi, 13 kubah dan 4 menara beratap hijau berdinding kuning setinggi 18,9 meter. Dilengkapi dengan beberapa bangunan penunjang di bagian depan dan kuburan di bagian belakangnya serta tempat wudhu di bagian kiri dan kanannya. Bangunan penunjang ini berupa 2 buah bangunan rumah sotoh dan 2 buah balai tempat pertemuan berada di bagian kanan dan kiri halaman depan masjid.

Mesjid Penyengat

Dahulunya salah satu menara yang terdapat disamping mesjid ini digunakan sebagai tempat bilal mengumandangkan azan. Namun seiring dengan kemajuan tekhnologi yang terus berkembang, kini bilal tak perlu lagi naik ke menara untuk mengumandangkan azan. 

Balai-balai digunakan untuk menunggu waktu shalat dan kadang digunakan untuk tempat istirahat atau berkesenian. Rumah Sotoh dahulunya digunakan untuk belajar menimba segala ilmu pengetahuan khususnya ilmu agama. Tercatat 4 ulama terkenal di Riau-Lingga pernah mengajar di mesjid ini seperti Syekh Ahmad Jabrati, Syekh Ismail, Syekh Arsyad Banjar, dan Haji Shahabuddin.


Mesjid Penyengat


Selain komplek Masjid Penyengat atau Mesjid Raya Sultan Riau atau Mesjid Pulau Para Raja atau Mesjid Putih Telur, terdapat pula komplek makam Raja Abdurrahman merupakan Raja Riau VII yang mangkat pada tahun 1844 M. Komplek makam dipagari dengan menggunakan bata yang sudah disemen yang pada bagian pintu masuk makam terdapat gapura dengan bentuk melengkung. Raja Abdurrahman atau Raja Abdurrahman Marhum Kampung Bulang Yamtuan Riau VII yang dimakamkan dikomplek tersebut pada masa pemerintahannya sangat berjasa menjadikan Pulau Penyengat tersebut sebagai pusat syiar agama Islam. Raja Abdurrahman telah mengundang para ulama yang berasal dari Timur Tengah untuk datang ke Pulau Penyengat. Di era pemerintahannya pulalah lahir karya-karya dari penyair seperti Raja Haji Ahmad Ibn Raja Haji Fisabilillah dan Bilal Abu.